Cara Menulis Siaran Pers untuk Petisi Anda
Liputan media dapat memperluas jangkauan petisi Anda berkali-kali lipat, meskipun tidak pernah dijamin. Siaran pers yang baik memberi jurnalis cerita yang jelas, alasan untuk meliputnya sekarang, dan kontak yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut.
Apa itu siaran pers?
Siaran pers adalah pengumuman singkat dan terstruktur yang ditulis untuk jurnalis. Isinya menjelaskan apa yang sedang terjadi, mengapa penting, siapa yang terdampak, dan siapa yang bisa dihubungi untuk wawancara.
Siaran pers bukanlah artikel berita, bukan teks petisi lengkap, dan bukan esai persuasif. Seorang jurnalis seharusnya bisa membaca paragraf pertama dan langsung memahami ceritanya. Siaran pers juga berbeda dari pitch: pitch adalah email pribadi kepada satu jurnalis, sedangkan siaran pers adalah dokumen yang bisa Anda kirim ke beberapa jurnalis sekaligus.
Untuk kampanye petisi, siaran pers berguna ketika ada alasan nyata mengapa kisah ini layak diberitakan sekarang: pencapaian jumlah tanda tangan yang besar, tenggat waktu, penyerahan petisi, pertemuan publik, tanggapan dari pembuat keputusan, atau kisah kuat tentang bagaimana isu ini berdampak pada orang-orang sungguhan di tingkat lokal.
Tentukan sudut berita terlebih dahulu
Jurnalis membutuhkan cerita, bukan hanya tautan petisi. Sebelum menulis, tentukan mengapa ini layak menjadi berita sekarang. Petisi bisa sangat penting bagi penggagasnya sebelum siap dilirik media: jumlah tanda tangan yang masih kecil tanpa tenggat waktu biasanya belum menjadi berita bagi ruang redaksi.
Contoh sudut berita petisi yang kuat meliputi:
- Jumlah tanda tangan yang terlihat signifikan jika dibandingkan dengan ukuran komunitas atau kelompok yang terdampak
- Pemungutan suara, tenggat, dengar pendapat, rapat dewan, atau tanggal sidang yang akan datang
- Penyerahan petisi kepada pengambil keputusan
- Konflik lokal yang berdampak pada warga, pelajar, pekerja, orang tua, pasien, atau pelanggan
- Kisah pribadi yang menunjukkan dampak isu tersebut terhadap manusia
- Tanggapan, penolakan, atau diamnya lembaga yang menjadi sasaran petisi
Jika Anda belum bisa menjelaskan sudut berita itu dalam satu kalimat, terus sempurnakan dulu sebelum mengirim siaran pers.
Buat judul yang menceritakan isi berita
Judul harus merangkum berita dalam satu kalimat yang jelas. Judul tidak perlu cerdas-cerdik. Yang penting spesifik.
Judul petisi yang baik sering memuat angka, tempat, pengambil keputusan, dan tuntutan yang konkret.
Contoh:
"3.000 warga menandatangani petisi untuk menyelamatkan Perpustakaan Pusat sebelum pemungutan suara dewan"
"Orang tua mendesak dewan sekolah untuk menunda rencana penutupan setelah petisi mencapai 1.200 tanda tangan"
Hindari judul yang samar seperti "Komunitas bersatu" atau "Orang-orang menuntut perubahan" kecuali judul tersebut juga menyebutkan perubahan apa yang dimaksud.
Letakkan fakta terpenting di awal
Paragraf pertama adalah lead. Paragraf ini harus menjawab pertanyaan penting: siapa melakukan apa, apa yang mereka inginkan, mengapa ini penting, di mana terjadi, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tulis seolah-olah jurnalis mungkin hanya membaca paragraf pertama. Jika ceritanya tidak jelas di sana, siaran pers bisa saja diabaikan.
Contoh lead:
"Lebih dari 3.000 warga telah menandatangani petisi yang meminta Dewan Kota untuk tetap membuka Perpustakaan Pusat, menjelang pemungutan suara dewan yang dijadwalkan pada Selasa malam. Pembuat petisi, Maya Lopez, mengatakan bahwa penutupan itu akan membuat ratusan pelajar dan warga lanjut usia tidak lagi memiliki akses terdekat ke ruang belajar, komputer umum, dan layanan komunitas."
Ikuti struktur standar
Siaran pers paling mudah digunakan ketika mengikuti format yang umum. Ini adalah struktur yang paling umum dikenal di ruang redaksi berbahasa Inggris; kebiasaan siaran pers berbeda-beda di tiap negara, jadi jika ada bagian di bawah ini yang bukan kebiasaan di tempat Anda, sesuaikan atau hilangkan. Lead, kutipan, dan detail kontak lebih penting daripada label yang persis sama.
- Label rilis: Di beberapa negara, baris seperti "Untuk segera dirilis" lazim ditaruh di bagian atas; di banyak negara lain, itu sama sekali tidak digunakan.
- Judul: Satu baris yang menangkap inti berita.
- Kota dan tanggal: Ditulis di bagian atas siaran pers, jika itu sesuai kebiasaan setempat.
- Paragraf lead: Cerita utama dalam dua atau tiga kalimat.
- Isi: Dua atau tiga paragraf pendek berisi konteks, bukti, dan latar belakang. Tulis isi siaran pers dengan sudut pandang orang ketiga ("warga meminta", bukan "kami meminta"), supaya jurnalis bisa langsung memakai kalimatnya; suara Anda sendiri tempatnya di kutipan.
- Kutipan: Pernyataan yang manusiawi dari pencipta petisi atau seseorang yang terdampak.
- Rincian petisi: Tautan petisi, jumlah tanda tangan, tenggat, dan pengambil keputusan.
- Tentang: Dua atau tiga kalimat yang menjelaskan siapa yang menjalankan petisi dan mengapa. Anda dapat memakai paragraf ini tanpa perubahan di setiap siaran pers yang Anda kirim.
- Detail kontak: Nama, alamat email, nomor telepon atau kanal lain tempat Anda bisa cepat merespons, dan ketersediaan untuk wawancara.
Batasi siaran pers maksimal satu halaman, biasanya sekitar 300 sampai 450 kata. Siaran pers yang lebih singkat tetapi berisi berita nyata lebih baik daripada yang panjang dan dipenuhi pengulangan.
Satu istilah yang mungkin Anda temui: "embargo" berarti meminta jurnalis untuk tidak menerbitkan sebelum waktu yang disepakati. Embargo hanya berlaku jika jurnalis telah menyetujuinya sebelumnya — menulis kata itu di bagian atas email tidak otomatis membuat kesepakatan — dan untuk kampanye petisi, itu hampir tidak pernah diperlukan. Jika ragu, cukup kirim siaran pers saat Anda siap beritanya dipublikasikan.
Sertakan kutipan yang bisa digunakan jurnalis
Jurnalis menggunakan kutipan untuk memberi suara manusia pada sebuah cerita. Kutipan yang baik tidak boleh mengulang fakta yang sudah disebutkan dalam siaran pers. Kutipan harus menjelaskan mengapa isu ini penting bagi orang-orang nyata.
Kutipan yang lemah berbunyi: "Kami sangat prihatin dengan isu ini."
Kutipan yang lebih kuat berbunyi: "Perpustakaan ini tempat anak-anak saya mengerjakan PR saat saya menyelesaikan shift malam. Jika tutup, keluarga seperti saya kehilangan lebih dari sekadar buku. Kami kehilangan salah satu dari sedikit ruang publik aman yang tersisa di lingkungan ini."
Sebelum menyebut nama atau mengutip siapa pun selain diri Anda sendiri, mintalah izin yang jelas agar mereka boleh diidentifikasi secara publik — dan untuk anak, minta juga izin dari orang tua atau wali.
Gunakan bahasa yang natural. Jangan buat kutipannya terdengar seperti slogan atau pernyataan resmi yang ditulis oleh sebuah komite.
Tambahkan angka dan bukti yang berguna
Angka membantu jurnalis menilai skala dan urgensi sebuah cerita. Sertakan jumlah tanda tangan saat ini, seberapa cepat tanda tangan dikumpulkan, berapa banyak orang yang terdampak, dan kapan keputusan akan dibuat.
Gunakan bukti dengan hati-hati. Jika Anda mengutip dokumen publik, keputusan resmi, laporan, agenda rapat, atau angka anggaran, buatlah agar jurnalis mudah memverifikasinya. Pisahkan fakta dan penafsiran Anda dengan jelas, dan jika pembuat keputusan belum merespons, sampaikan itu secara netral daripada menebak-nebak motif mereka.
Jangan melebih-lebihkan. Siaran pers yang melebih-lebihkan fakta dapat merusak kredibilitas seluruh kampanye.
Temukan dan hubungi jurnalis yang tepat
Siaran pers yang baik tetapi dikirim ke kotak masuk yang salah sering kali sia-sia. Buat daftar kecil jurnalis yang namanya jelas sebelum Anda mulai mengirim email; untuk cara menemukan orang yang tepat, lihat Cara Mendapatkan Liputan Media untuk Petisi Anda.
- Tulis email pribadi: Jangan hanya mengirim siaran pers ke alamat umum ruang redaksi jika Anda bisa menemukan kontak yang lebih tepat. Tulis catatan singkat kepada jurnalis tertentu yang menjelaskan mengapa kisah ini sesuai dengan liputan mereka, lalu tempelkan siaran pers di isi email di bawahnya. Jangan kirim siaran pers hanya sebagai lampiran: lampiran sering kali tidak dibuka. Baris subjek Anda biasanya bisa menggunakan judul siaran pers.
- Tawarkan foto: Kisah yang disertai foto yang bisa digunakan lebih mungkin dimuat. Tawarkan foto yang jelas tentang tempat atau orang-orang yang terlibat — foto yang memang berhak Anda gunakan, dengan izin dari siapa pun yang dapat dikenali di dalamnya — dan sebutkan di email Anda bahwa foto itu tersedia.
- Lindungi para penandatangan: Jangan pernah membagikan daftar tanda tangan atau data pribadi penandatangan apa pun kepada jurnalis. Tawarkan seseorang sebagai narasumber wawancara hanya setelah mereka setuju.
- Pilih waktu yang tepat: Di banyak negara, pertengahan minggu kerja pada pagi hari biasanya efektif, tetapi jadwal ruang redaksi berbeda-beda menurut negara dan media — anggap ini sebagai titik awal dan periksa tenggat masing-masing media.
Tetapkan ekspektasi yang realistis: tidak semua jurnalis yang Anda kirimi siaran pers akan memakainya, dan sebagian besar tidak akan membalas. Itu normal dan tidak berarti ceritanya lemah.
Contoh catatan email:
"Halo [nama], saya melihat liputan Anda baru-baru ini tentang pendanaan perpustakaan, jadi saya pikir petisi ini mungkin relevan untuk liputan Anda. Lebih dari 3.000 warga telah menandatangani sebelum pemungutan suara dewan pada hari Selasa. Siaran persnya sudah saya tempel di bawah, saya bisa mengirim foto perpustakaan dan kampanye ini, dan saya bisa mengatur wawancara dengan warga terdampak yang telah setuju untuk berbicara."
Pilih waktu yang tepat
Kirim siaran pers saat alasan untuk meliput kisah ini sedang paling kuat. Waktu yang tepat antara lain saat mencapai tonggak jumlah tanda tangan yang berarti, sehari sebelum pertemuan publik, pagi hari penyerahan petisi, atau segera setelah pengambil keputusan memberi tanggapan.
Hindari mengirimnya pada Jumat sore atau malam kecuali ceritanya mendesak atau terkait dengan acara akhir pekan.
Jika petisi terkait dengan sebuah acara, kirim siaran pers cukup awal agar jurnalis sempat merencanakan liputan. Untuk penyerahan petisi, pemberitahuan dua atau tiga hari sebelumnya sering kali lebih baik daripada mengirimnya setelah penyerahan sudah terjadi.
Tindak lanjuti sekali
Jika Anda tidak mendapat balasan, kirim satu tindak lanjut singkat setelah dua hari kerja. Tambahkan informasi baru jika ada, misalnya jumlah tanda tangan yang lebih tinggi, seseorang yang sudah setuju diwawancarai, atau tanggapan dari pembuat keputusan.
Jangan terus menghubungi jurnalis yang tidak tertarik. Hubungan yang saling menghormati dapat membantu kampanye berikutnya atau pembaruan di masa depan.
Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Mengirim siaran pers sebelum ada alasan nyata mengapa kisah ini layak diberitakan sekarang.
- Menulis judul yang tidak menjelaskan apa yang terjadi atau apa yang diminta.
- Menulis isi dalam orang pertama, sehingga jurnalis tidak bisa langsung memakai kalimat apa pun.
- Menyertakan kutipan yang hanya mengulang fakta yang sudah disebutkan di bagian lain siaran pers.
- Menyebut nama atau mengutip seseorang tanpa izin mereka.
- Mengirim siaran pers hanya sebagai file lampiran, bukan menempelkannya ke dalam email.
Templat Siaran Pers
UNTUK SEGERA DITERBITKAN
[Judul: Jumlah orang] mendesak [pengambil keputusan] untuk [tindakan spesifik]
[KOTA], [TANGGAL]: [Satu atau dua kalimat yang menjelaskan siapa yang memulai petisi, berapa banyak orang yang telah menandatangani, apa yang mereka minta, dan keputusan atau tenggat apa yang akan datang.]
[Tambahkan satu paragraf singkat yang menjelaskan latar belakang.] Apa yang terjadi? Siapa yang terdampak?
UNTUK DIPUBLIKASIKAN SEGERA
[Judul: Jumlah orang] mendesak [pengambil keputusan] untuk [tindakan spesifik]
[KOTA], [TANGGAL]: [Satu atau dua kalimat yang menjelaskan siapa yang memulai petisi, berapa banyak orang yang telah menandatangani, apa yang mereka minta, dan keputusan atau tenggat waktu apa yang akan datang.]
[Tambahkan satu paragraf singkat yang menjelaskan latar belakang. Apa yang terjadi? Siapa yang terdampak? Mengapa petisi ini penting sekarang?]
"[Tambahkan kutipan dari pembuat petisi atau seseorang yang terdampak langsung. Kutipan ini harus menjelaskan dampak pada manusia dengan bahasa yang jelas dan sederhana.]"
[Tambahkan satu paragraf singkat dengan detail pendukung: jumlah tanda tangan, tenggat waktu, tanggal rapat publik, pengambil keputusan, atau sumber klaim.]
Petisi dapat dilihat dan ditandatangani di sini: [tautan petisi]
Kontak media:
[Nama]
[Alamat email]
[Nomor telepon]
[Ketersediaan untuk wawancara]
"[Tambahkan kutipan dari pencipta petisi atau seseorang yang terdampak langsung. Kutipan ini harus menjelaskan dampak kemanusiaannya dengan bahasa yang sederhana.]"
[Tambahkan satu paragraf singkat dengan detail pendukung: jumlah tanda tangan, tenggat, tanggal rapat publik, pengambil keputusan, atau sumber klaim.]
Petisi dapat dilihat dan ditandatangani di sini: [tautan petisi]
Tentang: [Dua atau tiga kalimat tentang siapa yang menjalankan petisi dan mengapa. Gunakan kembali paragraf ini di setiap siaran pers yang Anda kirim.]
Kontak media:
Nama
Alamat email
[Nomor telepon, atau kanal lain tempat Anda cepat merespons]
[Ketersediaan untuk wawancara]
Label "UNTUK SEGERA DIRILIS" dan baris kota-tanggal lazim di beberapa negara dan tidak digunakan di negara lain — sesuaikan template ini dengan praktik media di negara Anda.
Contoh lengkap
Kampanye fiktif yang sama seperti dalam contoh di atas, disusun menjadi satu siaran pers lengkap.
3.000 warga menandatangani petisi untuk menyelamatkan Perpustakaan Pusat sebelum pemungutan suara dewan pada hari Selasa
Riverton, 8 Juni: Lebih dari 3.000 warga telah menandatangani petisi yang meminta Dewan Kota Riverton untuk tetap membuka Perpustakaan Pusat, menjelang pemungutan suara dewan yang dijadwalkan pada Selasa malam. Tanda tangan tersebut terkumpul dalam dua minggu, dan jumlahnya terus bertambah.
Usulan anggaran dewan akan menutup perpustakaan itu pada akhir tahun. Perpustakaan ini melayani kawasan permukiman terbesar di kota, dan menjadi satu-satunya tempat di area itu yang menyediakan komputer umum gratis dan ruang belajar. Para penandatangan petisi termasuk orang tua, pelajar, dan warga lanjut usia yang menggunakan layanan digital perpustakaan.
"Perpustakaan ini tempat anak-anak saya mengerjakan PR saat saya menyelesaikan shift malam. Jika tutup, keluarga seperti saya kehilangan lebih dari sekadar buku. Kami kehilangan salah satu dari sedikit ruang publik aman yang tersisa di lingkungan ini," kata Maya Lopez, yang memulai petisi.
Petisi dan jumlah tanda tangan saat ini tersedia untuk umum: [tautan petisi]. Dewan akan memberikan suara atas anggaran itu pada hari Selasa pukul 18.00.
Tentang: Petisi ini dimulai oleh Maya Lopez, seorang orang tua yang tinggal di distrik tersebut, dan didukung oleh Riverton Parents' Association. Petisi ini meminta Dewan Kota untuk menghapus penutupan perpustakaan dari anggaran 2026.
Kontak media:
Maya Lopez
maya.lopez@example.com
+1 555 0123
Tersedia untuk wawancara pada hari kerja setelah pukul 15.00
Panduan terkait
- Cara Mendapatkan Liputan Media untuk Petisi Anda: Susun rencana media berdasarkan cerita petisi Anda.
- Cara Mempromosikan Petisi: Gunakan kanal online dan offline untuk menjangkau lebih banyak pendukung.
- Cara Menjangkau Pengambil Keputusan dengan Petisi Anda: Ubah tanda tangan menjadi permintaan langsung.
- Cara Menyerahkan Petisi: Ubah penyerahan menjadi momen publik yang bisa didokumentasikan.
Siaran pers paling efektif jika singkat, faktual, tepat waktu, dan mudah diubah oleh jurnalis menjadi sebuah berita.
Mulai Petisi Sekarang